Tampilkan postingan dengan label Kasus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kasus. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Maret 2015

Keberhasilan Best Buy Mengelola Modal Kerja

Best Buy Company, peritel barang-barang elektronik terbesar di Amerika utara, mengoperasikan lebih dari 500 toko Best Buy dan 1300 gerai Misicland. Nilai penjualannyauntuk tahun 2002 diperkirakan mencapai $23 miliar, perusahaan diperkirakan akanmeraih laba sebesar $690 juta dan sahanya di pertengahan 2002 dijual dengan harga $50, naik dari harga $ 1,5 lima tahun yang lalu. keberhasilan ini masih merupakan hasil dari praktik keuangan dan operasinya yang baik, khususnya keahlian dalammengelola modal kerja.
Manajemen modal kerka berkaita

Senin, 10 November 2014

Utang: Rocket pendorong atau jangkar?

Ketika sebuah perusahaan berekspansi, perusahaan akan membutuhan moda, da modal dapat berasal dari utang maupun ekuitas. Utang memiliki dua keunggulan penting. Pertama bunga yang dibayarkan dapat menjadi pengurang pajak, yang selanjutnya akan menurunkan biaya efektif utang tersebut. Kedua, kreditor akan mendapatkan pengembalian dalam jumlah tetap, sehingga pemegang saham tidak eperlu membagi keuntungannya jika bisnis berjalan dengan sangat baik.
Namun, utang juga memiliki kelemahan. Pertama semakin tinggi rasio utang, maka perushaan tersebut akan semakin berisiko, sehingga semakin tinggi pula biaya dari baik utang maupun ekuitasnya. Kedua, jika sebuah perusahaan mengalami masa sulit dan laba operasi tidak cukup untuk menutupi beban bunga, pemegang sahamnya harus menutupi kekurangan tersebut. Dan jika mereka tidak melakukannya maka akan terjadi kebangkrutan. Masa-masa yang lebih baik mungkin sudah menanti, tetapi utang yang terlalu banyak dapat menunda perusahaan untuk mencapai masa tersebut dan menyapu habis para pemegang sahamnya.

Minggu, 09 November 2014

Kasus: Perubahan Kebijakan Dividen FPL yang Mengejutkan Pasar

Florida Power & Light
Perusahaan-perusahaan yang meraih keuntungan biasanya akan menghadapi tiga pertanyaan penting:
(1) Berapa banyak arusa kas bebas yang harus diberikan kepada pemegang saham?
(2) Apakah perusahaan sebaiknya memberikan uang ini kepada pemegang sahamnya dengan menaikkan dividen atau membeli kembali saham?
(3) Apakah perusahaan sebaiknya menjaga kebijakan pembayaran yang konsisten dan stabil, atau apakah variasi sesuai dengan perubahan kondisi?
Sebagian besar perusahaan membuat kebijakan yang akan memperhitungkan ramalan arus kas dan pengeluaran modalnya, dimana kemudian mereka berusahan untuk mengikutinya. kebijakan ini dapat mengalami perubahan, namun hal ini akan dapat menimbulkan masalah karena perubahan-perubahan seperti ini akan membuat pemegang saham merasa tidak nyaman, mengirimkan sinyal-sinyal yang tidak diinginkan dan menunjukkan kesan dividen yang tidak stabil, dimana kesemuanya akan memberikan implikasi negatif pada harga saham. meskipun begitu, kondisi perekonomian memenag dapat berubah, dan perubahan seperti itu mengharuskan perusahaan mengubah kebijakan dividen yang diambilnya.